Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Mei 2009

Tips Mengatasi Rasa Bosan Saat Si Kecil Bepergian


Untuk mengatasi rasa bosan si bayi saat perjalanan panjang, selain memberinya mainan, ajaklah melihat keluar jendela mobil/kereta. Mengajaknya berjalan di dalam kereta api atau kapal sekaligus melemaskan tungkai kita yang kaku akibat duduk lama. Ceritakan pemandangan yang terlihat seperti rumah, gunung atau binatang, atau ajaklah si kecil bernyanyi.

Kamis, 28 Mei 2009

Jalan-jalan lagi


Kayyisa jalan-jalan lagi, kali ini aku ajak dia ke Dufan bareng keluarga. Sekalian aku juga refresing. Awalnya aku ragu ajak Kay bepergian jauh takut rewel karena bosan. Aku siapin perlengkapannya seperti makanan(termasuk makanan cemilannya), susu formula+ botol, alat makannya, baju dan celana, diapers, tissu basah dan kering, kantong palstik, ga lupa aku bawa juga mainannnya. Eh ternyata dia malah asik menikmati perjalanan. Kalau menurutku sih bayi tidak akan rewel kalo perutnya ga lapar dan tidurnya cukup, jadi pas dijalan aku usahain Kay selalu kenyang dan kalau kelihatan lelah aku ajak dia tidur. Trus aku ajak aja Kay main, nyanyi -nyanyi jadinya dia ga bosen. Alhamdulillah dari mulai berangkat sampai di Dufan, Kay ga rewel. Begitu pula pas pulang ke rumah, sepanjang jalan dia tidur nyenyak.

Saat di Dufan Kay kelihatan seneng banget, kalau denger musik (jinggel Dufan) langsung joged. Eh Kay ga takut badut lho, padahal aku pikir dia akan takut pas aku deketin badutnya. Trus aku bawa dia ke istana boneka, awalnya aja di merengek tapi lama kelamaan dia asyik merhatiin boneka-boneka sambil tangannya nunjuk-nunjuk. Kay aku ajak ngobrol, menstimulasi bahasanya biar cepet ngomong. Sambil main tapi tetap belajar dong. Setiap aku ngomong dia ngerespon. Aku menirukan suara-suara boneka binatang, dia juga berusaha menirukan suara yang sama.

Ga terasa hari udah sore, cukup deh mainnya. Hari ini juga Kay udah banyak belajar. Ibu seneng dan bangga sama Kay. Love U So Much...

Selasa, 12 Mei 2009

Hore...Senangnya Berenang


Hore...berenang lagi! (mungkin itu kata-kata yang Kay ucapkan kalau dia dah pintar bicara). Hari minggu kemarin aku dan suamiku mengajak Kay berenang lagi. Mukanya keliatan seneng banget pas aku mulai masukin dia ke kolam. Kaki dan tangannya langsung digerak-gerakan, kucupruk kucupruk hehe...lucu... Dia lebih lincah dibandingkan waktu bererang dulu, kayanya karena banyak anak-anak yang berenang, teriak kencang sambil ketawa-ketawa. Setelah Kay kelihatan cape, aku membawanya naik dari kolam, mandi trus ganti baju. Tidak lama kemudian dia tertidur pulas dipangkuanku. Mungkin karena kecapean.

Mengajarkan Kayyisa berenang adalah pengalaman yang mengasyikkan, dan Kay pun sangat menyukainya. Berenang merupakan salah satu gerak refleks bayi sejak lahir. Setelah "berenang" selama 9 bulan di air ketuban dalam kandungan, tak mengherankan bila bayi bisa dengan mudah
beradaptasi di dalam air begitu ia lahir ke dunia. Pada awal-awal bulan setelah kelahirannya, ia akan menjadi seorang "perenang" alami. Bayi lahir dengan 'refleks menyelam", yang maksudnya adalah ketika kepalanya terendam air, dia akan dapat langsung menahan napasnya. Refleks ini akan hilang saat bayi berusia 12-18 bulan. Bayi akan lebih dulu bisa berenang di dalam air sebelum ia bisa mengapung di permukaan.

Banyak sekali manfaat mengajarkan berenang pada bayi, diantaranya berenang sangat baik untuk melatih kaki dan tangan si kecil, serta membantu menguatkan jantung, paru-paru dan sistem pernapasannya. Selain itu, banyak ibu merasa seolah-olah mendapatkan "bonus" setelah mengajak bayi mereka berenang, karena si kecil menjadi lebih mudah makan dan tidur.

Jadi jangan takut untuk mengajak bayi Anda berenang, Selamat bersenang-senang.........

Sabtu, 25 April 2009

Berenang pertamaku


Hari ini Kay berenang lho!.. Bareng Kaka, Teteh, Ua, Nenek, Kakek, pokoknya lengkap deh...tapi sayang banget Ayah ga ikut karena sakit flu jadi ditinggal di rumah. Baru pertama kali ibu ajak Kay berenang, sebenernya dari dulu pengen ngajak Kay berenang tapi belum sempet berenang eh udah pilek duluan. Mukanya Kay kelihatan seneng banget, kakinya dan tangannya digerak-gerakin, sampai bunyi kucupruk kucupruk... He he lucu deh ngeliatnya..

Emang sekarang Kay dah mulai seneng main air, setiap mandi ga mau diangkat dari bak mandinya. Kalau waktunya tidur pun kadang agak-agak susah pengennya main terus. Kay suka main ciluk ba lho ma ibu.

Seringkali aku bingung dengan jenis permainan yang baik untuk Kay. Berdasarkan artikel yang aku baca jenis permainan yang baik untuk si kecil sangat tergantung pada tahapan tumbuh-kembang anak. Selama bermain digunakan oleh anak sebagai alat untuk mengenal dunianya dan ia menggunakan keterampilan tertentu, itulah petunjuk yang bisa Anda gunakan untuk memilih jenis aktivitas permainan buat si kecil. Misalnya, jika si kecil Anda yang berusia 3 bulan sedang memperkuat keterampilan meraih sebuah obyek maka sediakan mainan dengan ukuran besar dan lembut. Jika saat berusia 12 bulan ia belajar sebab-akibat, mainkan permainan petak umpet di bawah meja kursi.

Berikut ini beberapa panduan jenis permainan yang mungkin akan menarik minat si kecil:

* Bermain Sosial. Mengajak si kecil berinteraksi dengan Anda dan orang lain sangat penting di tahun pertama kehidupannya. Bayi yang baru lahir sangat senang diajak tersenyum, ditatap, dan diajak tertawa. Bayi yang dengan usia lebih tua, menikmati permainan, misalnya ‘Ciluk Baa’ atau ‘Raba-Raba Tubuh’

* Bermain dengan Obyek. Menggunakan obyek tertentu bermain sentuh, goyang, cicipi, buang dan tekan akan membuat bayi usia usia 4-10 bulan riang gembira.

* Bermain Pura-Pura. Gunakanlah benda-benda yang familiar untuk memainkan ini. Misalnya, menggunakan mobil-mobilan yang dijalankan di rumput, atau menggunakan sisir sebagai gagang telepon untuk menelepon ayahnya. Ini merupakan permainan imajinasi yang disukai oleh anak-anak usia 12 – 21 bulan.

* Bermain Simbol. Jenis permainan ini umum dilakukan pada anak usia 2 tahun. Ajak mereka memanfaatkan kotak sepatu bekas untuk dibuat menjadi bus sekolah atau ajak mereka menggigit gelang-gelang warna yang dianggap sebagai donat.

* Bermain Peran. Di usia 30-36 bulan, si aktor cilik sudah bisa diberi peran utama dalam memainkan sandiwara ‘dokter-pasien’, ‘guru-murid’ atau ‘Pak Polisi-nenek tua’.

(Sumber: Anmum.com, InfoAnak.com)

Rabu, 04 Februari 2009

Jalan-jalan ke Taman Mini


Hari minggu kemarin kita pergi jalan-jalan ke taman mini indonesia indah. bareng kedua keponakan dan tentu anak dan suamiku. Kayyisa anaku keliatan senang banget bisa jalan-jalan naek aeromovel untuk pertama kalinya, btw dia baru 7 bulan baru bisa jibrut (menggetarkan kedua bibirnya ama lidahnya) brrrrrruuuut dia bilang ketika naek aeromovel hihihi kita semua senang ngeliat dia senang juga. Terus kita juga naek kereta api mini, asyiik juga kedua keponakanku senang, begitupun anakku. tapi ketika baru naek beberapa menit dia langsung tidur, kayaknya suara kereta yang juggujuggujug tuit tuit.... membuat dia serasa di nina bobokan. pegel juga ngegendong dia yang keboboan hampir sepanjang jalan, padahal dia kan dah lumayan berat dah 7,5 kilo ketika 2 mg yang lalu di timbang di dokter anak.

Ketika nyampe di rumah, kayyisa agak sedikit rewel mungkin masuk angin ya, perjalanan 1,5 jam ke sukabumi membuat dia kecapaian kali ya. Tapi untung aku inget pesen ibuku kalau anak agak rewel kayak yang masuk angin dibalur aja dulu pake bawang merah pake sedikit minyak kelapa supaya agak enakan badannya. Alhamdulillah dia jadi tenang dan seabis di kasih mimi dia langsung bobo...

met malam Kayyisa Mommy Loves You.....
 

Followers

About Me

Saya adalah fulltime Mommy yang ingin berbagi cerita tentang tumbuh kembang putri tercinta Kayyisa Naura Firdaus.

Kayyisa Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino