Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juli 2009

Persiapan Pada Awal Kehamilan


Kemarin ada salah satu temen request, katanya pengen artikel tentang masa kehamilan. Jadi inget dulu pas hamil Kay. Awalnya sempet kaget campur seneng, soalnya ga nyangka bakalan cepet hamil. Hehe belom siap jadi ibu. Seudah test pack, hasilnya positif langsung pergi ke dokter kandungan. Pengen cari dokter kandungan yang cewe di Sukabumi susah juga ya, jadi mau ga mau pilih dokter kandungan cowo. Mulai lah dengan babak baru, apa-apa bukan tuk sendiri tapi berdua dengan si calon bayi. Untungnya dokter kandunganku sabar banget jadi bisa banyak nanya. Setelah tanya ini itu, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan pas awal-awal kehamilan diantaranya mental si ibu, finansial, dsb, satu persatu dijelasin disini.

Di awal kehamilan yang harus dipersiapkan, yaitu :

  • Kesiapan mental si ibu

    Menurut Tiffany Field, Ph.D, seorang peneliti dari University of Miami School of Medicine, Amerika Serikat, 10 % dari wanita yang terkena depresi ketika hamil dapat "menularkan" kesedihannya pada janin di dalam kandungannya. Ibu yang depresi akan meningkatkan hormon stres dan aktivitas otak si janin. Sehingga akibatnya, pas si kecil lahir menunjukkan gejala depresi. Misalnya tidur gelisah, atau menolak minum susu. Jadi untuk meghindari kemungkinan ini, sebaiknya calon ibu perlu mempersiapkan mental secara matang.

  • Siap menghadapi perubahan bentuk tubuh

    Coba deh bandingkan pas sebelum hamil dan sesudah hamil. Pasti ada perubahan bentuk tubuh yang luar biasa. Pada saat hamil, seorang wanita bisa jadi sangat kritis dan tidak percaya diri pada penampilan barunya. Yang terpenting yakinkan diri sendiri kalau perubahan ini hanya untuk sementara.

  • Siap menghadapi perubahan peran

    Wanita yang sedang hamil biasanya banyak berkhayal tentang peran barunya nanti setelah melahirkan. Kesiapan wanita untuk menyandang peran barunya sangat penting jika tidak, calon ibu akan mengalami konflik yang berkepanjangan ketika hamil. Pada tahap tertentu konflik ini normal dirasakan oleh setiap calon ibu tapi jika terus menerus dialami akan memperburuk suasana hati.

  • Kesiapan finansial

    Kebutuhan finansial yang perlu dipersiapkan adalah:

    • Biaya pemeriksaan, mulai dari bidan, dokter umum hingga doketr spesialis kandungan.
    • Biaya melahirkan secara normal ( meliputi biaya persalinan di rumah bersalin atau rumah sakit, serta biaya penolong persalinan mulai dari bidan hingga dokter spesialis).
    • Biaya melahirkan secara Caesar, bila persalinan normal tidak mungkin dilakukan.
    • Biaya-biaya yang diperlukan untuk merawat bayi.
  • Kondisi fisik harus optimal

    Jika ingin melahirkan bayi yang sehat maka pada saat hamil si ibu harus menerapkan pola hidup sehat. Setidaknya tiga bulan sebelum hamil harus mempersiapkan segala sesuatunya khususnya fisik dan pola hidup.

    • Jalani konseling prahamil

      Langkah awal adalah menjalani konseling sebelum menikah yaitu jasa pemeriksaan medis yang disertai nasihat lengkap untuk pasangan yang akan menikah. Konseling ini meliputi pemeriksaan fisik, laboratorium, radiologis, dann pemeriksaan genetika.

    • Sembuhkan penyakit yang ada

      Kalau sebelum hamil, seorang wanita mengidap penyakit tertentu, sebaiknya periksakan diri dulu ke dokter, karena penyakit tersebut harus disembuhkan terlebih dahulu. Bila si calon ibu menderita campak Jerman (rubela), cacar air dan herpes pada kehamilan muda, ketika organ-organ pada janin mulai terbentuk, maka penyakit ini dapat menyebabkan cacat pada janin.

    • Hentikan minum pil KB

      Saat memutuskan untuk hamil, si calon ibu harus memutuskan menghentikan penggunaan pil KB atau alat kontrasepsi lainnya, karena pil KB mengandung hormon yang dapat mencegah ovulasi ( terlepasnya sel telur yang matang dari indung telur).

    • Hindari rokok dan alcohol

      Calon ayah dan calon ibu segera menghentikan kebiasaan meroko dan minum minuman keras. Karena kadar tar yang terdapat dalam asap rokok yang terhirup ibu sebagai perokok aktif maupun pasif dapat menghambat pertumbuhan janin. Dalam tebakau terkandung nikotin yang dapat menyebabkan keguguran, bayi memiliki berat badan lahir rendah, lahir cacat bahkan meninggal setelah lahir.

    • Jaga berat badan

      Berat badan si calon ibu diusahakan normal, artinya berat badab sesuai dengan tinggi badan. Kalau calon ibu memilik berat badan lebih, sangat tidak dianjurkan untuk mengurahi berat badan pada saat hamil. Selama kehamilan berat badan si ibu akan mengalami kenaikan, hal ini tergantung dari makanan yang dikonsumsi, berat janin, plasenta, peningkatan suplai darah ke rahim, jumlah air ketuban dalam rahim, jumlah cairan tubuh, penambahan penimbunan lemak, dan pembesaran organ tubuh (rahim dan payudara). Biasanya peningkatan berat badan yang normal selama hamil berkisar antara 6,5 – 15 kg.

    • Perhatikan lingkungan kerja

      Perhatikan lingkungan kerja karena ada pekerjaan-pekerjaan yang bisa member dampak negatif pada proses terjadinya pembuahan. Misalnya pekerjaan yang berhubungan dengan bahan kimia tertentu seperti gas, cairan, dan radiasi radioaktif atau peralatantertentu seperti mesin-mesin dan listrik. Perlu dihindari pekerjaan yang menuntut untuk mengangkat atau memikul beban berat secara berulang-ulang.

    • Sering berolah raga

      Kalau sebelum hamil sudah terbiasa berolah raga secara teratur seperti jalan, berenang, bersepada atau jogging, ibu hamil tetap dapat melakukannya selama hamil. Namun sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui kondisi fisik dan olah raga yang boleh dilakukan. Berolahragalah sekurang-kurangnya 3 kali seminggu selama 20 menit setiap hari.

Sumber : 9 Bulan yang Menakjubkan – Seri Ayahbunda

Rabu, 08 Juli 2009

Perkembangan Bahasa Anak Laki-laki dan Anak Perempuan


Perkembangan bahasa anak laki-laki dan anak perempuan menunjukkan perbedaan. Hal ini dapat diketahui sejak lahir, bayi perempuan terlihat lebih bereaksi terhadap suara manusia dibandingkan bayi laki-laki. Pada umunya anak perempuan akan memiliki kemampuan verbal lebih baik daripada anak laki-laki. Contohnya anak perempuan berbicara lebih awal serta lebih cepat menyusun kata-kata dalam sebuah kalimat dibandingkan dengan anak laki-laki.

Menurut Dr. Miriam Stoppard dalam buku Complete Baby and Child Care menyebutkan bahwa secara fisik diketahui struktur otak perempuan berbeda dengan laki-laki. Kortek (bagian otak besar yang menentukan intelektual seseorang) berkembang lebih dulu pada janin perempuan dibanding janin laki-laki. Perkembangan otak kiri yang berhubungan dengan keterampilan berbahasa berkembang lebih baik dibanding anak laki-laki, sehingga pusat berbicara di otak pada anak perempuan berkembang dan memiliki hubungan lebih baik dengan fungsi-fungsi lain yang ada dalam otak dibanding anak laki-laki.

Masalah yang berhubungan dengan perkembangan bicara dan berbahasa, misalnya gagap akan lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki dibanding dengan anak perempuan. Namun perbedaan kemampuan linguistik ini akan berakhir ketika anak memasuki usia remaja.


Sumber : 3 Tahun Pertama yang Menentukan – Seri Ayahbunda.

Autisme atau Autistic Spectrum Disorder (ASD)


Autisme atau ASD (Autistic Spectrum Disorder) merupakan gangguan perkembangan fungsi otak yang kompleks dan sangat bervariasi (spektrum). Autisme bukan suatu penyakit, jadi lebih pas disebut "penyandang" dibandingkan "penderita". Berdasarkan data para ahli disebutkan bahwa penyandang ASD anak lelaki lebih banyak dibandingkan anak perempuan.

Ciri-ciri anak autis

  1. Mengalami kesulitan berbahasa, terlambat berbicara atau sama sekali tidak berbicara. Apabila bisa berbicara, seringkali tidak bisa menggunakan kata-kata dengan benar atau dengan arti yang lazim.
  2. Lebih suka sendiri. Tidak bisa melakukan interaksi seperti layaknya anak-anak dengan teman sebaya.
  3. Sangat sensitive terhadap cahaya, pendengaran, sentuhan, penciuman, dan rasa (lidah).
  4. Tidak dapat berimajinasi dalam bermain, refleksnya kurang / tidak bersikap spontan.
  5. Ada yang aktif (hiperaktif) tapi ada juga yang pasif (pendiam). Kadang-kadang marah tanpa alasan (tantrum). Sangat menaruh perhatian pada suatu benda yang disukai (obsesi) dan bisa sangat agresif pada orang lain atau dirinya sendiri. Sulit mengubah kegiatan rutin karena sangat suka terhadap kegiatan rutinitas.

Penyebab anak autis

Belum dapat disimpulkan penyebabnya, ada yang mengemukakan bahwa autisme disebabkan oleh makanan yang salah atau lingkungan yang tercemar logam berat. Ada pula yang menyebutkan penyebab autisme adalah genetika, teori kelebihan Opoid, teori Gluten-Casein (celiac), teori zar darah penyerang kuman ke myelin, teori infeksi karena virus vaksinasi (MMR dan thierosal atau bahan pengawet dari merkuri), teori paparan aspartame, teori kekurangan vitamin dan mineral nutrisi tertentu, serta teori Orphanin Protein.

Cara Penanganan anak autis

Setiap individu autis merupakan individu yang unik dan berbeda, sehingga terapinya pun harus bersifat individual dan disesuaikan dengan umur, fase perkembangan dan gejala ditemukan. Contoh terapi-terapi yang biasa diberikan adalah terapi ABA (applied Behaviour Analysis), SI/OT (Sensory Interration/Occupational Therapy), BT (Biomedical Treatment), Floortime-DIR Therapy, RDI dan masih banyak terapi yang lain.

Penggunaan obat harus atas petunjuk dokter, biasanya hanya ditunjukan untuk menghilangkan gejala yang sangat mengganggu, misalnya hiperaktif atau self-injurious yang sangat berbahaya, karena anak mencoba menyakiti atau merusak dirinya sendiri dengan membenturkan kepala ke tembok atau ke lantai.

Diagnose dini dan peran aktisf orang tua sangat penting untuk mempermudah penanganan serta membantu dokter untuk menentukan terapi yang tepat.

Sumber : Parents Indonesia

Sabtu, 04 Juli 2009

Autisme dan Imunisasi


Isu mengenai imunisasi penyebab autisme sampai saat ini masih diperbincangkan. Thimerosal sebagai zat pengawet dalam vaksin yang dituding sebagai penyebabnya. Thimerosal atau dikenal juga dengan istilah mercurothiolate dan sodium2-ethylmercuriothiobenzoate banyak digunakan pada vaksin untuk mencegah pengembangbiakan jamur atau bakteri selama proses manufacturing yaitu saat proses pembuatan, pengemasan, pengiriman, penyimpanan dan penggunaan.

Ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa thimerosal yang terdapat pada vaksin mengandung etilmerkuri yang melibihi ambang batas, dan kelebihan itu tidak dapat ditoleransi oleh tubuh sebagian anak sehingga menjadi berbahaya kemudian menimbulkan autisme pada anak.

Padahal, thimerosal yang telah digunakan sejak tahun 30-an hingga kini masih dianggap paling efektif membunuh virus, jamur atau bakteri pada vaksin. Dan sampai sekarang WHO pun masih mengakuinya sebagai zat yang aman. Berdasarkan sejarah, vaksinasi telah menyelamatkan banyak generasi dan memperpanjang kemungkinan hidup seseorang. Dengan vaksinasi, kemungkinan penularan penyakit juga dapat diperkecil.

Deteksi autis pada bayi

Autis pada bayi bisa diketahui sejak usia beberapa bulan setelah kelahirannya, yaitu melalui perkembangan sosial-emosionalnya yang mengalami distorsi atau penyimpangan. Misalnya, saat menyusu ASI, tubuhnya akan kaku, sehingga sering si Ibu merasa seperti memeluk benda, entah guling, sebatang kayu atau bungkusan. Jadi tidak ada ikatan sosial-emosional.

Si bayi pun tak berespon apa-apa saat diajak bercanda atau berbicara. Bila menangis, tangisannya pun tak jelas disebabkan apa. Jika ada kontak mata, matanya mungkin terlihat kosong tak bermakna. Tetapi bila ada gejala itu saja, kita tidak bisa langsung menyebutnya bayi autis. Perlu bantuan dokter untuk membantu diagnosis. Dan diagnosisnya pun tidak bisa sekali saja, perlu beberapa kali kunjungan dan pengamatan sebelumnya. Bahkan waktu kunjungannya pun harus cukup pajang karena pengamatannya tidak bisa dilakukan hanya dalam waktu beberapa menit saja.

Sumber : Perawatan Di Tahun Pertama - Nakita

Kamis, 02 Juli 2009

Merawat Gigi Anak


Beberapa hari yang lalu, Kay demam, suhu tubuhnya mencapai 38,50C. Aku khawatir kalau demamnya ga turun-turun. Tapi Alhamdulillah setelah dua kali di beri obat, demamnya berangsur-angsur turun. Ternyata demam itu karena Kay mau tumbuh gigi. Emang sih dari beberapa bulan yang lalu, gusi bagian bawah sudah bengkak tapi giginya belum muncul juga. Pas aku lihat ternyata giginya dah tumbuh langsung 2 buah. Emang sih agak telat tumbuhnya, tapi ga apa-apa deh..yang penting sekarang merawatnya supaya ga muncul gangguan pada giginya.

Rata-rata gigi mulai tumbuh di usia 6 bulan (gigi susu). Awalnya gigi susu tumbuh 2 di rahang bagian bawah, atau dapat juga di bagian rahang lain. Bulan berikutnya muncul 2 lagi dan seterusnya menjadi 6, 12, 16. Di usia 3 tahun gigi susu anak tumbuh lengkap menjadi 20 buah, terdiri dari gigi seri, gigi taring dan gigi geraham. Gigi susu akan tanggal saat si kecil berusia 6-7 tahun menjadi gigi permanen.

Merawat gigi sebaiknya dilakukan sejak dini. Karena bila lalai, bukan tak mungkin muncul gangguan pada gigi yang berujung gangguan pada tumbuh kembang si kecil. Akibatnya berbagai kemampuannya tak berkembang optimal. Contohnya, gangguan berkomunikasi atau sulit makan.

Untuk membiasakan merawat kesehatan gigi, orang tua harus memberikan contoh.

Awali dengan menggosok gigi

Mengajarkan si kecil menggosok gigi dapat dilakukan sebelum giginya tumbuh, berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan.

  • Bila giginya si kecil belum tumbuh, gusinyalah yang dibersihkan. Gunakan kapas atau kain kasa steril yang dicelupkan air matang dan oleskan pada gusi bayi. Jangan lupa membersihkan lidah, langit-langit mulut dan pipi bagian bawah. Pastikan tidak ada sisa-sisa susu dan makanan di dalam mulutnya. Biasakanlah si kecil untuk minum air putih setelah minum susu dan makan.
  • Jika bakal gigi sudah kelihatan, jangan langsung menggosok giginya dengan sikat gigi nilon. Bersihkan dengan kapas atau kain kasa streril yang dibasahi air matang. Atau gunakan sikat gigi khusus yang dimasukkan ke telunjuk ibu. Sikat gigi ini lunak karena terbuat dari silicon dan dapat juga digunakan untuk membersihkan lidah.
  • Jika gigi si kecil baru tumbuh 2 – 4 buah, jangan gunakan sikat gigi anak. Lebih baik gunakan kapas atau kain kasa steril. Biasanya pada usia 10-14 bulan, setelah gigi si kecil tumbuh lebih dari 8 buah baru bisa digunakan sikat gigi bayi yang berujung kecil dan berbulu halus dengan kode ukuran P20.
  • Gunakanlah pasta gigi khusus untuk anak-anak, setelah usia anak 1 tahun. Untuk usia di bawah 1 tahun sebaiknya tidak menggunakan pasta gigi. Pilihlah pasta gigi yang tidak ada efek samping bagi kesehatan bila tertelan oleh si kecil.
  • Saat mengajari menggosok gigi, posisi Anda sebaiknya di belakang anak sambil memegang dagunya.
  • Terapkan aturan, kapan si kecil harus menggosok gigi. Si kecil menggosok gigi minimal 2 kali sehari yaitu setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam. Akan lebih baik bila Anda membersihkan giginya setiap sehabis makan.
  • Kunjungi dokter gigi minimal 6 bulan sekali.

Makanan supaya gigi sehat

  • Makanan harus mengandung protein, vitamin D, kalsium, flour, fosfor, vitamin A dan C.
  • Hindari pemberian makanan yang banyak mengandung gula atau karbohidrat olahan seperti permen, coklat, dan biskuit. Lebih baik perbanyak pemberian buah-buahan.
  • Jangan member susu botol menjelang tidur, apalagi susunya mengandung gula.

    Susu akan 'meredam' gigi si kecil dan menempel pada permukaan gigi. Akibatnya sisa susu diubah oleh kuman dan bisa menyebabkan kerusakan gigi.

    Tabel Pertumbuhan Gigi Anak

Usia

Jumlah gigi

6 bulan

2

8 bulan

6

10-14 bulan

12

18-30 bulan

16

3 tahun

20


Sumber : Seri Ayahbunda- Bayi Sehat & Terawat


Tips Atasi Demam Pada Si Kecil


Setiap orang tua pasti akan khawatir apabila si kecil demam. Karena selama demam anak jadi rewel. Tubuh dikatakan demam bila suhu tubuhnya melebihi 37,50C. Normalnya, suhu tubuh manusia berkisar antara 36 -37,50C . Suhu tubuh balita mudah meningkat bukan hanya karena adanya kuman yang masuk tetapi juga akibat kegiatan sehari-harinya seperti melompat, berlari-larian di terik matahari.

Sebenarnya munculnya demam merupakan reaksi atau mekanisme tubuh untuk bertahan dalam menghadapi masuknya benda asing atau kuman penyakit (virus, bakteri atau parasit) ke dalam tubuh. Adakalanya demam disertai dengan menggigil, kondisi ini terjadi akibat kuman yang masuk kedalam tubuh mengeluarkan racun.

Selama kondisi si kecil bagus, mekanisme pertahanan tubuhnya tertentu akan berjalan baik. Anak pun tidak harus diberi obat. Untuk kasus tertentu demam seperti berpola. Misalnya, suhu tubuh anak naik pada malam hari, atau suhu tubuh naik beberapa hari kemudian turun lagi, lalu selang beberapa hari naik lagi. Dokter dapat menentukan sumber penyakit anak dengan mempelajari gaya demam ini.

Walaupun demam yang terjadi dalam tubuh ada tujuannya, bukan berarti bisa diabaikan. Bila si anak demam disebabkan masuknya virus, biasanya setelah 2 atau 3 hari demam sudah turun. Tapi bila sampai lebih dari 3 hari demam tidak hilang, sebaiknya si kecil dibawa ke dokter. Suhu tubuh anak sangat tinggi, misalnya 390C, si kecil harus segera di bawa ke dokter. Suhu yang tinggi tersebut bisa menandakan terjadinya infeksi yang cukup berat. Apabila suhu tubuh yang sangat tinggi terus menerus akan menyebabkan anak menderita dehidrasi dan kejang, terutama bagi anak dengan riwayat kejang dalam keluarga. Kejang yang terlalu lama menyebabkan gangguan pada otak.

Tips atasi demam pada anak

  • Pantau suhu tubuh secara berkala dengan menggunakan thermometer khusus untuk anak.
  • Beri cairan yang banyak untuk menghindari dehidrasi.
  • Konsumsi gizi seimbang, untuk memperkuat daya tahan tubuh anak.
  • Cukup beristirahat, tidak melakukan gerakan fisik yang melelahkan.
  • Perhatikan sirkulasi ruangan. Jangan sampai pengap dan tidak ada aliran udara, tapi juga jangan terlalu banyak angin masuk dalam ruangan.
  • Beri obat penurun demam, bila suhu tubuh anak melebihi 380C. Pemberian obat harus dihentikan bila suhu tubuh kembali normal.
  • Kompres air hangat, terutama bila suhu tubuh anak mencapai 390C. Kompres bisa diletakan di dahi, perut atau lipatan ketiak, serta paha. Air hangat membuat pembuluh darah tepi di kulit melebar dan membuka pori-pori tubuh sehingga penguapan terjadi lebih cepat.
  • Kenakan baju katun yang menyerap keringat. Bila anak menggigil, beri selimut atau kaus kaki, tetapi segera lepaskan kembali bila menggigilnya hilang.
  • Segera bawa ke dokter, bila demam tidak juga turun atau si kecil terlihat begitu menghawatirkan.

Sumber : Ayahbunda

Kamis, 25 Juni 2009

Stimulasi Penglihatan Bayi


Penglihatan si bayi
sebenarnya berkembang secara alamiah. Akan tetapi, Anda sebagai orang tua dapat membantu mengoptimalkan penglihatannya. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengoptimalkan penglihatan si kecil, yaitu:

  • Untuk membantu melatih koordinasi kedua mata bayi, saat saling berhadapan, Anda dapat menggerakkan kepala Anda perlahan-lahan dari satu sisi ke sisi lain. Atau lewatkan di hadapannya suatu gambar atau mainan dengan gerakan naik dan turun, atau dari kiri ke kanan. Lakukan hal ini dalam jangkauan pandangannya.
  • Latih bayi Anda untuk mengikuti obyek yang bergerak menuju dan menjauh darinya. Ia akan berusaha untuk memukul dan menangkap obyek tersebut. Dengan demikian, ia juga akan berlatih untuk membangun koordinasi mata
    dan tangannya.
  • Bayi senang bercumbu atau mereka-reka wajahnya sendiri di cermin. Berilah ia cermin dengan desain yang aman dan tahan pecah, atau desain khusus untuk ditempelkan di boks atau tempat tidur berjaring. Sehingga ia dapat menghibur diri sendiri ketika Anda tidak beradadidekatnya.
  • Pada umumnya, semakin bertambah usia bayi maka semakin meningkat rasa sukanya terhadap suatu gambar atau pola dan warna yang kompleks. Hal ini perlu diperhatikan ketika Anda membelikan si kecil buku, poster-poster atau gambar lainnya.
  • Mainan yang dapat bergerak dan tergantung pada boks atau di depan tempat duduk bayi merupakan cara ideal untuk menstimulasi penglihatannya. Tapi, untuk keamanannya, obyek bergerak sebaiknya diambil dari boks atau tempat bermain sesegera mungkin ketika si kecil mulai dapat menarik obyek tersebut atau menggerakkan dirinya ke depan.
  • Bantulah si bayi menemukan sesuatu untuk di lihat, yang belum pernah ia lihat sebelumnya, dan beri tahu nama benda tersebut keras-keras pada si kecil. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengajaknya berjalan-jalan di dalam rumah, di taman, atau tempat-tempat yang menarik.
  • Berdasarkan penelitian, bayi-bayi akan lebih lama memberi perhatian pada sesuatu, bila mereka dipegang tegak lurus atau duduk setengah bersandar. Jika dalam posisi berbaring dengan punggungnya, mereka akan mudah tertidur.

Sumber : Seri Ayahbunda - 3 Tahun Pertama yang Menentukan

Selasa, 23 Juni 2009

Rumah Aman Saat Si kecil Bereksplorasi


Kegiatan mengasuh Kay tidak semudah dulu, sekarang Kay dah semakin lincah, bergerak kesana kemari walaupun belum bisa berjalan sendiri. Rasa ingin tahunya membuat Kay ga mau diam. Wuih capek deh…kalau aku lengah, bisa-bisa Kay cedera.

Menurut beberapa pakar, kemungkinan terbesar si kecil mengalami cedera adalah ketika ia sedang berada di rumah, karena kondisi rumah yang tidak aman. Menurut penelitian yang dilakukan di negara-negara maju seperti Australia dan Amerika, anak-anak usia 1- 4 tahun sering mengalami cedera parah karena terbakar, tenggelam, tersedak, terkena zat beracun dan jatuh, dibandingkan dengan dicelakai oleh orang asing.

Kejadian ini sering terjadi karena si kecil sedang asyik bereksplorasi di seluruh bagian rumah untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Berikut ini beberapa iniformasi yang dapat membantu Anda mempersiapkan rumah yang amat saat si kecil bereksplorasi.

Kondisi yang dianjurkan

Keterangan

  • Jika rumah Anda bertingkat atau memiliki tangga, pasanglah pagar pengaman di setiap ujungnya.
  • Jatuh dari tangga adalah kecelakaan yang sering dialami anak di rumah. Mengingat tubuh bagian atas si kecil cenderung lebih berat, maka bagian tubuh yang sering mengalami cedera serius ketika jatuh adalah bagian kepala.
  • Lengkapi rumah dengan detektor asap dan tabung pemadam kebakaran. Tempatkan tabung pada dinding yang hanya dapat dijangkau orang dewasa. Pastikan tabung dalam keadaan baik dan siap digunakan.
  • Di daerah beriklim tropis dengan musim kemarau yang panjang seperti Indonesia, kebakaran sering dan mudah terjadi. Detektor asap dapat memberikan peringatan dini, dan alat pemadam yang berfungsi baik, dapat menghindarkan terjadi kebakaran yang lebih besar.
  • Pasang kunci pengaman tambahan pada lemari penyimpanan kebutuhan rumah tangga yang mengandung bahan kimia aktif; seperti obat-obatan, pembersih, dll. Lakukan hal yang serupa pada lemari atau laci yang dapat dijangkau si kecil.
  • Si kecil yang memasuki tahun kedua usianya memiliki rasa ingin tahu yang besar, namun belum mengerti arti kata bahaya. Larangan yang Anda lontarkan tidak selamanya efektif untuk mencegah melakukan banyak hal yang berbahaya.
  • Pasang pengaman di sekitar perabot yang memancarkan panas dan api, seperti kompor.
  • Si kecil belum memahami arti kata "panas", dan biasanya lebih tertarik pa da warna api yang terang. Jika tidak dilengkapi pengaman, dengan mudah si kecil akan menyentuh benda panas sebagai bagian dari kegiatan eksplorasinya.
  • Pasang pagar pengaman di sekitar area bermain si kecil yang berbatasan dengan jalan raya.
  • Si kecil tidak menyadari ancaman bahaya dari kendaraan yang sedang bergerak. Padahal tubuhnya , belum tinggi sering tidak terlihat oleh pengemudi, karenanya ia mudah tertabrak.
  • Gunakan materi instalasi listrik yang memenuhi standar keamanan. Ganti kabel lama, kerana mudah terbakar dan hindari kabel yang menjuntai. Gulung kabel setiap selesai menggunakan barang eletronik.
  • Instalasi listrik yang memenuhi standar keamanan tidak hanya melindungi si kecil, juga menjauhkan Anda sekeluarga dari sengatan listrik ataupun bahaya kebakaran.
  • Pasang pengaman pada setiap sudut perabot yang tajam.
  • Sudut perabot yang tajam berpotensi menimbulkan cedera berat pada anak.
  • Amankan berbagai benda kecil (perhiasan, kancing, dsb) dalam kotak yang tertutup rapat dan jauhkan dari jangkauan anak.
  • Ada masanya si kecil merasa tidak puas mengeksplorasi sekitarnya hanya dengan tanganya. Biasanya, berbagai benda akan dimasukkan ke dalam mulutnya
  • Pada pintu, gunakan pegangan yang berpengaman sehingga tidak mudah digerakan.
  • Pintu dengan mudah dibuka tutup berpotensi menyebabkan si kecil terjepit.
  • Sediakan senter (juga batere cadagan) di tempat yang mudah dijangkau orang dewasa.
  • Persiapan ini dibutuhkan pada malam hari. Kondisi gelam membuat si kecil tidak nyaman dan juga rawan kecelakaan.
  • Pastikan karpet di rumah Anda memiliki lapisan anti slip dan benar-benar menempel di lantai.
  • Karpet dapat menyebabkan si kecil tergelincir atau tersandung dan mengalami cidera serius.
  • Sediakan perangkat P3K dan buat daftar nomor telepon penting yang dapat dihubungi dalam situasi darurat.
  • Ketika kecelakaan terjadi, pertolongan pertama yang tepat akan membantu Anda menyelamatkan si kecil.
  • Tandai pintu kaca dengan stiker berwarna menarik setinggi pandangan si kecil.
  • Si kecil bisa saja tidak menyadari keberadaan pintu kaca sehingga menabraknya.
  • Jika Anda merokok, hindari kegiatan ini saat berada satu ruangan bersama si kecil.
  • Asap rokok yang terhirup seseorang yang bukan perokok (perokok pasif) menyebabkan peluang yang sama besar dengan si perokok untuk menderita berbagai penyakit (gangguan pernafasan, penyakit kronis seperti kanker paru).
  • Hindari memegang kopi, teh atau air panas ketika berada dekat dengan si kecil.
  • Luka bakar yang dialami karena tersiram sama fatalnya dengan luka bakar karena bersentuhan dengan api.
  • Hindari melakukan berbagai kebiasaan yang berbahaya didepan si kecil seperti bercukur, mengorek kuping atau kegiatan lain yang menggunakan benda tajam.
  • Si kecil akan langsung meniru karena dia sedang asyik bereksplorasi.


Sumber : 3 Tahun Pertama yang Menentukan – Seri Ayahbunda

Senin, 22 Juni 2009

Mengatasi Mata Juling (Strabismus) pada Si Kecil


Eh mata si kecil koq juling ya?... selain mengganggu penglihatan, mata juling pun mengganggu penampilan. Tapi jangan cemas hal ini bisa di atasi koq…

Strabismus atau Mata Juling adalah salah satu gangguan mata. Bila mata bekerja normal, kedua bola mata akan bekerja sama dalam memandang suatu objek, sesuai dengan perintah otak. Tetapi apabila mata juling, kedua bola mata tampak tidak searah dan tidak memiliki kesatuan titik pandang. Sehingga mengakibtakan kedua mata akan memandang suatu objek menjadi ganda atau dua bayangan
(diplopia).

Pada bayi, kadang-kadang koordinasi pergerakan bola matanya masih belum bekerja sempurna. Bila hal ini terjadi pada si kecil, Anda tidak bisa langsung memvonisnya bermata juling. Namun, harus terus dipantau apakah ini sementara atau menetap. Bila menetap harus segera diatasi karena bisa menimbulkan gejala Lazy Eyes alias mata malas.

Lazy Eyes ( amblyopia) adalah gangguan penglihatan tanpa didapat kelainan organik pada mata. Penyebabnya adalah kelainan mata yang menyebabkan gangguan penglihatan yang signifikan, misalnya juling, katarak, atau gangguan refraksi. Bila gangguan penglihatan tersebut terjadi pada usia dimana masih terjadi proses pembentukan kualitas tajam penglihatan (di bawah usia 9 tahun), maka tajam penglihatan yang dihasilkan menjadi tidak normal, sehingga penyebabnya harus dicari dan segeraa ditangani .

Jenis-jenis mata juling

  • ESOTROPIA, yaitu satu bola mata memandang lurus kedepan sementara mata lain ke arah hidung, atau kedua mata melihat kea rah hidung.
  • EXOTROPIA, yaitu mata yang satu memandang lurus ke depan sementara mata lainnya memandang lurus kea rah telinga, atau kedua mata melihat kea rah telinga.
  • HIPOTROPIA, yaitu mata yang satu memandang lurus ke depan sementara yang lainnya ke arah bawah.
  • HIPERTROPIA, yaitu mata yang satu memandang lurus ke depan sementara yang lainnya ke arah atas.

Mata juling bisa menimpa anak laki-laki maupun perempuan. Penyebabnya sangat beragam, antara lain karena:

  • Faktor bawaan.
  • Ketidakseimbangan otot dan saraf mata yang mengatur pergerakan mata (kelainan otot atau saraf mata).
  • Adanya gangguan perbedaan ketajaman penglihatan antara kedua mata. Misalnya, satu mata menderita katarak.
  • Kelainan refraksi (memakai kaca mata).
  • Stoke (pecahnya pembuluh darah di otak), sehingga bagian otak yang mengendalikan pergerakan mata menjadi terganggu.
  • Kanker mata.

Untuk membantu Anda, kasus mata juling yang disebabkan faktor bawaan (congenital) dan kelainan otot atau saraf mata bisa terlihat sejak anak berusia 6 bulan. Caranya, perhatikan bila si kecil melirik, bola matanya tidak akan sampai ke ujung. Hal ini terjadi karena mata tidak bisa bergerak ke segala arah dengan leluasa. Sedangkan bila julingnya bukan bawaan sejak lahir (acquired) akan muncul sendiri setelah anak berusia 6 bulan.

Sebaiknya Anda membawa si kecil ke dokter apabila ia memandang suatu benda, tapi kedua matanya itu melihat dengan arah yang berlawanan. Dokter akan melakukan terapi setelah mengetahui pasti penyebab kasus mata juling, jadi terapinya bisa bermacam-macam.

Misalnya, bila julingnya disebabkan gangguan refraksi (memakai kaca mata minus tinggi), maka posisi abnormal pada bola mata terkadang dapat kembali menjadi normal dengan mengoreksi kelainan refraksinya. Bentuk kaca mata bisa berlensa spheris, silinder atau prisma tergantung keperluannya. Bila peril doketr akan melakukan pembedahan.

Sumber : Ayahbunda

Senin, 08 Juni 2009

Cara Mengatasi Bayi Kolik


Pas Kay usia kira-kira 4 bulan dia pernah kolik. Nangis ga berhenti-henti padahal dah digendong, dah di kasih mimi susu tetep aja nangis. Jadi bingung harus gimana… Aku ga tau apa penyebabnya, Kay nangis kaya menahan sakit, ia menarik kakinya ke arah perut dan tangannya terlihat menegang. Awalnya aku ga ngeh kalau Kay kena kolik, suamiku yang bilang mungkin Kay kolik.

Sebenarnya ga ada yang tahu pasti mengapa bayi mengalami kolik, yang jelas gangguan pada bagian perut ini sering timbul pada bayi yang baru lahir. Tandanya bisa terlihat kalau si kecil menangis dan tampak kesakitan. Tapi yang terpenting jangan panik kalau menghadapi bayi yang kolik.

Bayi yang kolik bisa menangis terus, ga berhenti. Ini bisa membuat Anda jadi sangat lelah. Kalau bisa sebaiknya Anda meminta bantuan seperti suami, ibu, ibu mertua atau babysitter yang sudah berpengalaman.

Sebetulnya kolik adalah gangguan pada perut karena angin yang terperangkap pada perut bayi. Kolik tidak akan menyebabkan bayi diare, muntah-muntah ataupun demam di atas 370C. Jadi bila gejala-gejala tadi muncul, sebaiknya Anda bawa si kecil ke dokter karena kemungkinan ada virus atau bakeri yang masuk ke dalam tubuh bayi. Selain kolik ada gangguan lain yang menyebabkan kejang perut, misalnya alergi terhadap protein susu sapi, biasanya diikuti oleh eksim atau gatal-gatal.

Ada beberapa cara menenangkan bayi yang kolik, tapi Anda harus bersabar sebelum menemukan cara yang paling jitu meredakan tangisannya. Cobalah cara berikut satu persatu.

  • Ubah teknik menyusui Anda

    Selama menyusui, jauhi makanan yang dapat menimbulkan gas dalam perut, seperti brokoli, kol dan kacang lentil. Jauhi juga makanan yang pedas, jangan minum kopi selama menyusui. Menurut Katie Fisher, ahli kesehatan di Inggris. Ketika menyusui jangan terlalu cepat mengganti payudara Anda supaya bayi dapat mendapatkan bagian ASI yang penuh dengan lemak, bukan kepala susu saja.

  • Dekap si kecil erat

    Temukan posisi menggendong yang dapat menenangkan bayi ketika ia rewel. Umunya posisi yang paling mujarab adalah ketika bagian perutnya menempel pada tubuh anda. Pada posisi tersebut, tubuh Anda akan mengalirkan hangat ke perutnya sehingga membantu angin dalam perutnya keluar.

  • Buatlah bunyi-bunyian

    Ada bayi yang suka mendengarkan bunyi-bunyian. Bisa jadi suara Anda merupakan suara favorit si kecil. Cobalah bernyanyi dengan nada yang menyamankan.

  • Jangan panik

    Usahakan Anda tetap tenang. Jika berbagai cara sudah dilakukan tapi si kecil tetap menangis, letakan si kecil di dalam keranjang dan biarkan ia sendiria untuk beberapa waktu. Mungkin si kecil perlu waktu untuk sendiri. Dan bila si kecil lelah, ia akan berhenti menangis.

  • Banyak bergerak

    Alihkan perhatian si kecil dengan jalan-jalan di sekitar rumah. Tunjukan sesuatu yang menarik perhatiannya, seperti bintang, kucing atau cicak, dan nyayikan lagunya.

  • Cobalah memijat bagian perut searah jarum jam dengan tekanan yang ringan namun konsisten. Gunakan minyak telon supaya lebih hangat. Memijat sudah terbukti dapat membantu bayi tidur dan memicu produksi hormon oxcytocyin yang menguragi rasa sakit.


Selasa, 26 Mei 2009

Trik Jitu Sukses Toilet Training


Kayyisa belum nyoba latihan pipis di pispot lho, padahal duduknya dah kuat. Hehe.. akunya keenakan kalo Kay pake diapers jadi ga repot. Tapi kalo mengenalkan kata-kata "basah" atau "kering" pas ganti popok sih udah. Eh sebenarnya toilet training itu sebaiknya mulai usia berapa ya? Ada yang bilang kalo udah bisa duduk, trus ada yang bilang kalo dah 12 bulan. Wah banyak banget pendapat yang berbeda. Aku cari informasi ah...

Toilet Training merupakan bentuk pengajaran atau pelatihan pada anak oleh orang tua, dan orang-orang yang ikut berperan dalam pengasuhan sikecil. Tujuannya agar sikecil mampu mengontrol pengeluaran atau pembuangan. Menurut Rini Hildayani, Psi, M.Si Staf Pengajar Bagian Pengkembangan, Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia, keberhasilan toilet training tergantung kesiapan fisik, intelektual, emosional dan motivasi anak.

Ada dua cara untuk menerapkan toilet training, yaitu
  1. Langsung mengajak anak ke kamar mandi dan duduk di kloset dengan tambahan dudukan kloset khusus untuk anak.
  2. Mendudukan di atas pispot.
Tapi semua tergantung si anak, mana yang dirasakan lebih nyaman.

Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam menerapkan toilet training :
  • Menggunakan boneka untuk mengajar anak urutan yang berkaitan dengan penggunaan toilet.
  • Menceritakan dan memperlihatkan gambar seorang anak yang sedang duduk di atas pispot atau kloset. Sebaiknya gambar model adalah idola anak karena si kecil biasanya meniru apa yang dilakukan idolanya.
  • Mengajarkan perbedaan "basah" dan "kering".
  • Memperhatikan perubahan ekspresi wajah atau perilaku yang biasa muncul sebelum si kecil BAK atau BAB. Misalnya terdiam, muka memerah disertai mata melotot, badan bergidik, dan mengejan.
  • Begitu tanda-tanda itu muncul, segera ajak anak ke pispot atau kloset.
  • Mengenali waktu-waktu anak biasa BAK atau BAB dan mengajaknya ke kamar mandi atau duduk di pispot di saat-saat tersebut.
  • Melatih anak duduk di pispot atau kloset kurang lebih 10 menit agar terbiasa duduk di atasnya. Bisa terjadi ketika latihan ini si anak BAK atau BAB.
  • Seringkali si anak mengatakan ia BAK atau BAB setelah keluar di celana. Orang tua bisa mengajarkan anaknya dengan mengatakan "Nanti kalau pipis Ade udah mau keluar, bilang Ibu ya. Kita ke kamar mandi, baru pipis".
  • Kepada anak yang dianggap "sudah besar", dapt ditambahkan kata-kata "Kakak kan sudah besar, jadi kalau mau pipis, bilang Ibu ya".
  • Untuk menahan anak tidak BAK atau BAB di lantai setelah ia mengatakan keinginannya buang air, orang tua bisa mengajaknya berimajinasi.Misalnya "Ayo, 'kran' airnya jangan dibuka dulu ya...tunggu...tunggu sebentar lagi...". Ketika si kecil sudah duduk di pispot atau kloset baru katakan "Ayo sekarang 'krannya' boleh dibuka".
  • Jika anak terbangun di malam hari, ajak ia pipis di pispot atau kloset.
  • Sebaiknya memberi reward setiap kali anak berhasil BAK atau BAB di pispot atau kloset.
Pada umunya di usia 2 tahun si anak mulai dapat menerapkan toilet training lebih baik. hal ini dikarenakan pertumbuhan anak semakin matang, khusunya perkembangan otot dan kemampuannya mengungkapkan segala sesuatu secara verbal.
Apabila di usia ini si kecil masih juga belum mampu menerapkan toilet training dengan baik, sebaiknya orang tua mengevaluasi penyebabnya. Jika sampai usia tertentu anak belum juga bisa menahan BAK atau BAB, bisa jadi dibutuhkan bantuan profesional.





Senin, 25 Mei 2009

Perlengkapan Saat Si Kecil Bepergian


Besok Kayyisa mau pergi ke rumah Nenek. Wah banyak banget barang yang harus dibawa, kaya mau pindahan. Semua perlengkapannya harus dibawa, kayanya sampai ga ada yang tersisa di rumah deh. Apa saja perlengkapannya.

1. MAKANAN
Bawalah makanan yang biasa dikonsumsi si kecil, seperti susu formula, bubur susu instan, biskuit bayi, dan lainnya. Agar lebih praktis makanan yang dibawa seperlunya saja, apabila kurang bisa beli. Atau membuat sendiri makanan untuk si kecil.

2. PERLENGKAPAN MAKAN & MINUM
Bawalah botol susu paling sedikit 2 buah apabila si kecil minum susu formula dan 2 buah mangkuk lengkap dengan sendoknya bila si kecil sudah mendapatkan MPASI. Jangan lupa bawa botol air hangat atau thermos air hangat untuk membuat susu saat perjalanan bila tidak ada ASI.

3. PAKAIAN & CELANA/POPOK
Bawalah pakaian lebih banyak bila bepergian ke daerah panas karena si kecil akan lebih sering ganti baju karena keringatan. Tapi bawa juga baju berlengan panjang, celana panjang serta baju hangat untuk antisipasi perubahan cuaca (misalnya hujan). Untuk pospak(popok sekali pakai) bawa seperlunya saja, kalau kurang bisa beli lagi.

4. MAINAN
Jangan lupa bawa maianan agar si kecil tidak bosan saat diperjalanan.

5. PERLENGKAPAN MANDI
Segala perlengkapan si kecil untuk mandi dan sesudah mandi harus dibawa, kecuali bak mandi.

6. TISU KERING DAN BASAH
Digunakan untuk mengelap tangan dan mulut bayi atau membersihkan alat kelamin/pantat sehabis buang air.

7. PEMBERSIH TANGAN BEBAS KUMAN
Sangat praktis digunakan untuk membersihkan tangan dan membunuh kuman sebelum kita memegang bayi atau menyiapkan makanan / susu formulanya.

8. ALAS PELINDUNG
Bawa alas tahan air ukuran sedang untuk dipakai saat mengganti popok si kecil. Sediakan pula beberapa alas yang bisa digunakan untuk menutup permukaan kasur tempat tidur.

9. KANTUNG PLASTIK
Bawa beberapa buah untuk digunakan membungkus pakaian atau celana kotor dan popok sekali bekas pakai. Bisa juga untuk membungkus botol susu yang bocor atau peralatan bekas makan.

10. ALAT GENDONG & KERETA DORONG
Berupa kain panjang (jarit) atau alat gendong siap pakai (sling). Bila ada bawa juga kereta dorong bayi yang ringan dan bisa dilipat. Memudahkan kita saat mengajak bayi berjalan-jalan.

11. BUKU REKAM KESEHATAN
Jangan lupa membawa buku catatan tentang kesehatan bayi yang biasa diperlihatkan kepada dokter saat ia memeriksa. Apabila si kecil kebetulan sakit dan harus berobat maka buku tersebut memudahkan dokter mengetahui sekilas sejarah riwayat kesehatan bayi.

12. OBAT-OBATAN
Bawalah obat-obatan yang biasa dipakai si kecil ketika sakit atau konsultasikan lebih dahulu dengan dokter.

Sumber : Nakita-Perawatan Ditahun Pertama

Minggu, 24 Mei 2009

Bayi Kuning (Jaundice Neonatorum)


" Maaf bu, bayinya tidak boleh dibawa pulang dulu karena kuning ", itulah kata-kata bidan yang merawat Kayyisa. Setelah 3 hari dilahirkan, Kay dites darah dan hasilnya kadar bilirubin sebesar 9,02 mg/dl jadi kata bidan itu Kay harus diberikan fototerapi. Waktu itu aku sedih banget, "apa sih bayi kuning itu, penyebabnya apa, apa yang salah?"

PENGERTIAN

Ikterus: (jaundice) adalah warna kekuningan pada kulit dan selaput mata.
Neonatorum: adalah bayi baru lahir.

Ikterus neonatorum (bayi baru lahir berwarna kuning) adalah kondisi munculnya warna kuning di kulit dan selaput mata pada bayi baru lahir karena adanya bilirubin (pigmen empedu) pada kulit dan selaput mata sebagai akibat peningkatan kadar bilirubin dalam darah (hiperbilirubinemia). Hampir 60% bayi yang baru lahir akan terlihat kuning pada minggu pertama setelah mereka lahir. Sekitar 5-10% dari mereka membutuhkan penanganan khusus karena kadar bilirubinnya yang secara signifikan tinggi, sehingga dibutuhkan fototerapi. Jadi tidak semua bayi kuning bisa diobati hanya dengan menjemurnya di bawah sinar matahari pagi. Ada juga yang perlu dirawat inap di rumah sakit untuk menjalani beberapa terapi. Menurut dr. Dewi Murniati, Sp.A., rekomendasi dirawat inap akan diberikan bila bayi terdeteksi memiliki kadar bilirubin di atas ambang normal.

JENIS KUNING

1. Ikterus neonatus fisiologis (hiperbilirubin karena faktor fisiologis)

  • Gejala normal dan sering dialami bayi baru lahir. Meski begitu, orang tua harus tetap waspada. Bisa saja di balik itu terdapat suatu penyakit.
  • Terjadi pada 2-4 hari setelah bayi lahir, dan akan "sembuh" pada hari ke-7.
  • Penyebabnya organ hati yang belum "matang" dalam memproses bilirubin.
2. Ikterus neonatus patologis (hiperbilirubin karena faktor penyakit atau infeksi)
  • Misalnya akibat virus hepatitis, toksoplasma, sifilis, malaria, penyakit/kelainan di saluran empedu atau ketidakcocokan golongan darah (rhesus).
  • Biasanya disertai suhu badan yang tinggi (demam) atau berat badan tak bertambah. Feses bayi yang seperti tanah liat dan urine-nya yang berwarna gelap sehingga pakaian bayi menjadi kuning.
  • Ditandai dengan tingginya kadar bilirubin walau bayi sudah berusia 14 hari.

PARAMETER BAYI DINYATAKAN KUNING

  • Bayi yang lahir cukup bulan, batas aman kadar bilirubinnya adalah 12,5 mg/dl (miligram perdesiliter darah).
  • Bayi yang lahir kurang bulan, batas aman kadar bilirubinnya adalah 10 mg/dl.
  • Jika kemudian kadar bilirubin diketahui melebihi angka-angka tersebut, maka ia dikategorikan hiperbilirubin.

BAGAIMANA TERJADINYA BAYI KUNING

  • Bilirubin merupakan zat hasil pemecahan hemoglobin (protein sel darah merah yang memungkinkan darah mengangkut oksigen). Hemoglobin terdapat dalam eritrosit (sel darah merah) yang dalam waktu tertentu selalu mengalami destruksi (pemecahan). Proses pemecahan tersebut menghasilkan hemeglobin menjadi zat heme dan globin. Dalam proses berikutnya, zat-zat ini akan berubah menjadi bilirubin bebas atau indirect.
  • Dalam kadar tinggi bilirubin bebas ini bersifat racun; sulit larut dalam air dan sulit dibuang. Untuk menetralisirnya, organ hati akan mengubah bilirubin indirect menjadi direct yang larut dalam air.
  • Tetapi organ hati sebagian bayi baru lahir belum dapat berfungsi optimal dalam mengeluarkan bilirubin bebas tersebut. Barulah setelah beberapa hari, organ hati mengalami pematangan dan proses pembuangan bilirubin bisa berlangsung lancar.
  • Masa "matang" organ hati pada setiap bayi tentu berbeda-beda. Umumnya, pada hari ketujuh organ hati mulai bisa melakukan fungsinya dengan baik. Tapi ada juga yang menyebutkan organ hati mulai bisa berfungsi pada usia 10 hari.

Bayi kuning tidaklah sama dengan hepatitis, meskipun pada bayi dengan hepatitis salah satu gejalanya adalah kuning. Pada bayi dengan hepatitis selain gejala kuning tidak biasa terjadi pada minggu pertama kelahiran juga yang terjadi adalah peningkatan kadar 'bilirubin direk' (langsung). Secara klinis warna kuning ini sulit dibedakan.

PENGOBATAN

1. Terapi Sinar (fototerapi)

  • Dilakukan selama 24 jam atau setidaknya sampai kadar bilirubin dalam darah kembali ke ambang batas normal.
  • Bilirubin dalam tubuh bayi dapat dipecahkan dan menjadi mudah larut dalam air tanpa harus diubah dulu oleh organ hati.
  • Berupaya menjaga kadar bilirubin agar tak terus meningkat sehingga menimbulkan risiko yang lebih fatal.
  • Sinar yang digunakan pada fototerapi berasal dari sejenis lampu neon dengan panjang gelombang tertentu. Lampu yang digunakan sekitar 12 buah dan disusun secara paralel. Di bagian bawah lampu ada sebuah kaca yang disebut flexy glass yang berfungsi meningkatkan energi sinar sehingga intensitasnya lebih efektif. Sinar yang muncul dari lampu tersebut kemudian diarahkan pada tubuh bayi. Seluruh pakaiannya dilepas, kecuali mata dan alat kelamin harus ditutup dengan menggunakan kain kasa. Tujuannya untuk mencegah efek cahaya berlebihan dari lampu-lampu tersebut.
  • Pada saat dilakukan fototerapi, posisi tubuh bayi akan diubah-ubah; telentang lalu telungkup agar penyinaran berlangsung merata.
  • Rata-rata dalam jangka waktu dua hari si bayi sudah boleh dibawa pulang.
  • Efek samping bayi mengalami dehidrasi karena malas minum. Sementara, proses pemecahan bilirubin justru akan meningkatkan pengeluarkan cairan empedu ke organ usus. Gerakan peristaltik usus meningkat dan menyebabkan diare.
2. Terapi Transfusi
  • Jika setelah menjalani fototerapi tak ada perbaikan dan kadar bilirubin terus meningkat hingga mencapai 20 mg/dl atau lebih.
  • Kelebihan bilirubin dapat menimbulkan kerusakan sel saraf otak (kern ikterus). Menyebabkan beberapa gangguan perkembangan. Misalnya keterbelakangan mental, cerebral palsy, gangguan motorik dan bicara, serta gangguan penglihatan dan pendengaran.
  • Darah bayi yang sudah teracuni akan dibuang dan ditukar dengan darah lain.
  • Bila dengan sekali tukar darah, kadar bilirubin sudah menunjukkan angka yang menggembirakan, maka terapi transfusi bisa berhenti. Tapi bila masih tinggi maka perlu dilakukan proses tranfusi kembali.
  • Efek samping yang bisa muncul adalah masuknya kuman penyakit yang bersumber dari darah yang dimasukkan ke dalam tubuh bayi.
3. Terapi Obat-obatan
  • Misalnya, obat phenobarbital atau luminal untuk meningkatkan pengikatan bilirubin di sel-sel hati sehingga bilirubin yang sifatnya indirect berubah menjadi direct.
  • Obat-obatan yang mengandung plasma atau albumin yang berguna untuk mengurangi timbunan bilirubin dan mengangkut bilirubin bebas ke organ hati.
  • Biasanya terapi ini dilakukan bersamaan dengan terapi lain, seperti fototerapi.
  • Jika sudah tampak perbaikan maka terapi obat-obatan ini dikurangi bahkan dihentikan.
  • Efek sampingnya adalah mengantuk. Akibatnya, bayi jadi banyak tidur dan kurang minum ASI sehingga dikhawatirkan terjadi kekurangan kadar gula dalam darah yang justru memicu peningkatan bilirubin.
4. Menyusui dengan ASI
  • Bilirubin juga dapat pecah jika bayi banyak mengeluarkan feses dan urin. Oleh karena itu bayi harus mendapatkan cukup ASI. Karena ASI memiliki zat-zat terbaik bagi bayi yang dapat memperlancar buang air besar dan kecilnya.
  • Pemberian ASI juga harus di bawah pengawasan dokter karena pada beberapa kasus, ASI justru meningkatkan kadar bilirubin bayi (breast milk jaundice). Di dalam ASI memang ada komponen yang dapat mempengaruhi kadar bilirubin.
5. Terapi Sinar Matahari
  • Merupakan terapi tambahan.
  • Caranya, bayi dijemur selama setengah jam dengan posisi yang berbeda-beda. Seperempat jam dalam keadaan telentang, misalnya, seperempat jam kemudian telungkup.
  • Lakukan antara jam 7.00 sampai 9.00. Inilah waktu dimana sinar surya efektif mengurangi kadar bilirubin.
  • Hindari posisi yang membuat bayi melihat langsung ke matahari karena dapat merusak matanya. Perhatikan pula situasi di sekeliling, keadaan udara harus bersih.

Sumber: balita-anda.com



Sabtu, 23 Mei 2009

Info IQ Bayi Kuning


Bayi Anda mengalami kuning ga ?

60 % bayi baru lahir mengalami kuning (jaundice), ada yang sembuh sendiri tapi ada pula yang membutuhkan perawatan khusus. Tetapi jangan khawatir, kabar baiknya bayi baru lahir yang mengalami kuning karena dalam darahnya mengandung kadar bilirubin cukup tinggi, ternyata mempunyai Intelligence Quotients (IQ) yang tidak berbeda dengan bayi tidak kuning.

Sumber : Ayah Bunda, Februari 2008.

Kamis, 21 Mei 2009

Hati-hati Flu Babi Menyerang Indonesia



Sampai sekarang berita tentang flu babi masih rame, ih serem deh semakin hari penyakit makin aneh-aneh aja. Dulu flu burung trus flu singapura, sekarang flu babi. Mudah-mudahan ga ada lagi yang lain. Jadi apa sih sebenrnya flu babi itu? Ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang flu babi.

  • Flu babi atau swine influenza adalah kasus-kasus influenza yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemic pada populasi babi.
  • Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini digolongkan sebagai Influenzavirus C atau subtipe genus Influenzavirus A.
  • Flu babi disebabkan oleh virus Influenza A subtipe H1N1 H1N2, H3N1, H3N2, dan H2N3.
  • Babi dapat menampung virus flu yang berasal dari manusia maupun burung, memungkinkan membentuk virus gabungan yang baru.
  • Flu babi menginfeksi manusia yang bersentuhan dengan babi, atau bisa juga penularannya dari manusia ke manusia.
  • Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian.
  • Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, gejala influensa ini mirip dengan influenza, seperti demam, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin,lemah lesu, buang air besar dan muntah-muntah.


Mulai 30 April 2009, Organisasi Kesehatan dunia (WHO) telah mengganti nama penyakit flu babi menjadi Influensa A karena telah membuat salah tafsir masyarakat bahwa babi dapat menularkan penyakit ini kepada manusia.

Untuk lebih jelas baca juga di wikipedia Indonesia : http://id.wikipedia.org/wiki/Flu_babi, dan wikipedia bahasa Inggris yang lebih lengkap beserta referensinya : http://en.wikipedia.org/wiki/Swine_influenza.

 

Followers

About Me

Saya adalah fulltime Mommy yang ingin berbagi cerita tentang tumbuh kembang putri tercinta Kayyisa Naura Firdaus.

Kayyisa Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino